Selasa, 15 Oktober 2019

Denyut Nadi Atau Detak Jantung Normal


Perlu diketahui bahwa denyut nadi adalah berapa kali arteri (pembuluh darah bersih) mengembang dan berkontraksi dalam atu menit sebagai respons terhadap detak jantung. Dan jumlah denyut nadi ini sama dengan detak jantung. Hal ini dikarenakan kontraksi pada jantung menyebabkan peningkatan tekanan darah dan denyut nadi di arteri. Jadi, mengukur denyut nadi itu sama artinya dengan mengukur detak jantung.

Setiap orang memiliki jumlah denyut yang berbeda. Dimana, denyut nadi yang rendah biasanya terjadi saat anda sedang beristirahat, dan akan meningkat saat berolahraga. Lalu, sebenarnya berapa idealnya jumlah denyut nadi atau detak jantung normal itu? Perlu diketahui bahwa nadi manusia rata-rata berdenyut sekitar 60-100 kali per menit. Bagi orang yang sering berolahraga, seperti para atlit biasanya akan memiliki denyut jantung normal yang lebih rendah sekitar 40 kali per menit. Lalu standar denyut nadi normal tersebut harus dirubah menjadi 50-70 kali per menit. Bahkan ada sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa jika denyut nadi seseorang saat istirahat lebih dari 80 kali per menit, maka risiko akan terkena serangan jantung semakin tinggi, meskipun nilai tersebut dianggap normal oleh standar yang digunakan saat ini. 

Detak jantung atau denyut nadi yang cepat bisa disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu oleh aktivitas fisik, anemia, mengonsumsi obat-obatan dan zat tertentu, seperti amfetamin, obat flu, kafein, rokok, dan alkohol. Sedangkan demam atau menderita kondisi tertentu, seperti hipertiroid, dan faktor psikologis seperti cemas dan stres. 

Sementara detak jantung rendah ketika beristirahat bisa disebabkan oleh penyakit jantung, gangguan listrik jantung, mengonsumsi obat-obatan untuk penyakit jantung, tingkat kebugaran yang baik, serta kelenjar tiroid kurang aktif (hipotiroidisme). Sedangkan detak jantung atau denyut nadi yang lemah bisa diakibatkan adanya pendarahan atau dehidrasi berat yang menyebabkan syok, atau masalah pada jantung seperti gagal jantung atau henti jantung. 

Lalu hal apa saja yang bisa mempengaruhi detak jantung atau denyut nadi? Untuk lebih jelasnya berikut ini ulasannya.

1. Usia

Seperti yang diketahui bahwa detak jantung normal pada anak-anak cenderung lebih tinggi diibandingkan orang dewasa. Sementara untuk lansia, detak jantung atau denyut nadi cenderung lebih rendah. 

2. Suhu Udara

Pada saat suhu serta kelembapan udara tinggi, jantung akan memompa lebih banyak darah. Sehingga akibatnya detak jantung juga akan semakin meningkat sekitar 5-10 kali per menit. 

3. Posisi Tubuh

Detak jantung pada saat anda sedang tiduran, duduk, atau berdiri, akan sama saja. Namun terkadang saat sedang duduk atau berbaring lalu kemudian berdiri, detak jantung bisa naik sedikit selama 15-20 detik. Namun setelah beberapa menit kemudian, detak jantung atau denyut nadu akan normal kembali.

4. Emosi

Perlu anda ketahui bahwa emosi juga bisa meningkatkan detak jantung, terutama ketika stress, cemas, gembir, atau terkejut.

5. Ukuran Tubuh

Orang yang memiliki tubuh kegemukan atau obesitas kemungkinan akan memiliki detak jantung yang lebih tinggi, namun biasanya tidak akan lebih dari 100 kali per menit.

6. Efek Samping Obat

Biasanya obat-obatan yang memblokir hormon adrenalis cenderung bisa memperlambat denyut nadi. Sebaliknya, jika terlalu banyak mengonsumsi obat tiroid akan menaikan detak jantung.

Denyut nadi ini biasanya diperiksa guna mengetahui apakah jantung berungsi baik atau tidak, menemukan tanda-tanda penyakit, memeriksa aliran darah setelah cedera, dan sebagai bagian dari pemeriksaan tanda-tanda vital secara umum. Mungkin itu saja artikel kali ini semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar