Sabtu, 27 April 2019

Efek Samping Vaksin Difteri pada Anak


Cara efektif mencegah penularan difteri pada anak dan bayi adalah vaksinasi DPT. Tapi, adakah efek samping vaksinasi difteri pada anak?

Dibandingkan orang dewasa, difteri cukup rentan menyerang anak dan bayi. Nah, salah satu cara efektif mencegah penularan difteri pada anak dan bayi adalah melalui vaksinasi DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus). Lantas, adakah efek samping vaksinasi difteri pada anak?

Difteri pada umumnya menyerang tenggorokan, hidung, serta terkadang kulit dan telinga. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheria ini juga sangat mudah menyebar di antara manusia. Misalnya, melalui bersin, kontaminasi barang pribadi (gelas yang belum dicuci), dan kontaminasi barang rumah tangga (misalnya memakai handuk atau mainan milik penderita difteri).

Efek samping vaksin difteri
Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, ada dua efek samping imunisasi DPT, yaitu ringan dan berat. “Efek samping yang ringan kurang lebih sama dengan imunisasi lainnya, seperti merah dan bengkak di bekas lokasi suntikan, demam, kadang hingga muntah,” ujar Astrid.

Adapun efek samping yang berat adalah anak tidak mau makan dan minum, kejang, hingga reaksi alergi anafilaksis (reaksi alergi yang berat). Meski demikian, kondisi ini jarang terjadi.

Efek samping lainnya, menurut dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter, adalah pucat atau biru, sesak napas, muntah berlebihan, demam tinggi (lebih dari 39 derajat Celsius) lebih dari satu hari, menangis terus-menerus lebih dari tiga jam, kesadaran menurun, dan abses.

Tapi, reaksi pada masing-masing anak tentu berbeda. Bila kondisi anak kurang fit saat hendak vaksinasi difteri, efek samping yang ringan atau berat dapat terjadi. Kemunculannya tergantung pada kondisi masing-masing anak.

Dampak yang ringan akibat vaksinasi difteri akan hilang dengan sendirinya. Menurut dr. Fiona, jika bengkak di bekas titik suntikan cukup besar dan membuat anak terganggu, Anda dapat memberikan parasetamol atau ibuprofen untuk meredakan nyeri dan bengkak. Sementara itu, jika reaksi yang muncul serius, Anda bisa membawa si Kecil ke dokter spesialis anak.

Meski ada beberapa efek samping, bukan berarti Anda tak perlu membawa anak mendapatkan vaksinasi difteri. Ingat, vaksinasi DPT adalah pencegahan paling efektif anak tertular penyakit difteri. Jadi, sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, jangan menunda imunisasi DPT pada anak, ya.

0 komentar:

Posting Komentar