Senin, 01 Oktober 2018

Pomona: Startup Adtech pertama di Indonesia yang fokus sales conversion industri FMCG


Pomona, startup advertising tech (adtech) pertama di Indonesia yang berfokus pada sales conversion untuk industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) menyatakan bahwa kini para pelaku industri FMCG dapat mengetahui tingkat penjualan produk dari aktivitas pemasaran yang dilakukan. Ini bisa dilakukan melalui inovasi teknologi yang dinilai dapat turut mengembangkan industri FMCG di Indonesia.

Ide ini bermula dari gagasan Benz Budiman dan Ariawan Suwendi (CEO dan CTO Pomona yang juga merupakan para pendiri Pomona) yang tergerak atas tingginya permintaan para pelaku industri FMCG di Indonesia yang ingin mengetahui secara lebih akurat apa yang sebenarnya konsumen butuhkan. Di samping itu, para pelaku industri selama ini tidak dapat secara akurat mengetahui apakah aktivitas pemasarannya berujung pada transaksi atau sales. Padahal, menurut data dari eMarketer, dari total jumlah belanja iklan di Indonesia pada tahun 2017 yang berjumlah 15,2 miliar USD, atau sekitar 200 triliun rupiah, 61 persennya berasal dari industri FMCG.

"Pomona hadir dengan misi untuk turut berkontribusi dalam pengembangan dan kemajuan industri FMCG Indonesia dan juga para pelaku industri ini melalui inovasi teknologi untuk memberikan pandangan mengenai sales conversion atau tingkat penjualan dari kegiatan pemasaran yang dilakukan pelaku industri FMCG. Inovasi ini menyasar celah dalam mengetahui sales conversion yang selama ini masih dilakukan dengan cara konvensional," ujar Benz Budiman saat jumpa pers di Hotel Artotel Thamrin.

Sebagai satu dari sekian banyak startup yang termasuk ke dalam kategori adtech, Pomona merupakan pionir dan satu satunya startup yang berfokus pada ranah sales conversion, di saat yang lain berlomba-lomba menggarap ranah awareness. Advertising Technology atau yang umum disebut sebagai adtech sendiri merupakan kategori dalam dunia startup yang melakukan digitalisasi dalam industri advertising atau periklanan.

Berbekal pengalaman salah satu pendiri Pomona, yakni Ariawan Suwendi, yang telah berkecimpung selama lebih dari 10 tahun dalam industri teknologi di Sillicon Valley, Pomona mampu untuk membantu menghubungkan para pelaku industri FMCG dengan konsumen dan memahami kebutuhan konsumennya secara lebih akurat, melalui teknologi yang digunakan.

"Pomona menggunakan teknologi Optical Character Recognition (OCR) dan Machine Learning serta mengimplementasikan Sales Call-to-Action tool pada platform omni-channel Pomona sebagai solusi yang lebih efektif dan efisien untuk mengatasi permasalahan tersebut," jelas Benz.

Teknologi OCR sendiri merupakan teknologi yang mengautomatisasi proses pembacaan struk menjadi lebih cepat, sedangkan machine learning dapat membantu menganalisa dan memverifikasi keakuratan dari data tersebut. "Kedua teknologi ini adalah teknologi yang diimplementasikan dalam platform omni-channel Pomona. Omni-channel sendiri merupakan konsep yang diusung Pomona yang menitikberatkan pada pengalaman konsumen dalam berbelanja menggunakan beragam saluran yang terintegrasi dan dapat memberikan kemudahan serta pengalaman bagi konsumen kapan dan di manapun," tambah Benz.

Di samping manfaat yang Pomona tawarkan kepada para pelaku industri FMCG, Pomona juga hadir dengan membawa manfaat bagi para konsumen melalui teknologi yang dapat membuat konsumen memiliki gaya hidup yang lebih hemat. "Dengan hadirnya Pomona, kini konsumen bisa mendapatkan cashback dari setiap aktivitas belanjanya yang dilakukan, hanya dengan cara mengunggah foto struk pembelian ke platform Pomona. Cashback yang diperoleh ini dapat mengurangi beban biaya konsumen dalam berbelanja kebutuhan sehari-harinya, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan lainnya," terang General Manager Marketing Communication PT Sinar Sosro, Devyana Tarigan. PT Sinar Sosro merupakan salah satu grup besar di industri FMCG di Indonesia yang sudah bekerjasama dengan Pomona.

Hal tersebut juga dipercaya berguna bagi industri FMCG, sebagai salah satu narasumber ahli dari industri FMCG pada konferensi pers tersebut. "Pemberian cashback yang dapat dicairkan dalam bentuk pulsa ataupun uang tunai ini, diharapkan dapat menstimulus minat beli masyarakat, sehingga dapat turut meningkatkan frekuensi belanja konsumen," terang Devyana.

Hal ini karena, menurut laporan terakhir dari lembaga riset konsumen terkemuka yaitu Nielsen dan Kantar Worldpanel Indonesia, menunjukkan data bahwa frekuensi belanja konsumen terhadap barang kebutuhan sehari-hari menurun dalam setahun terakhir, akibat dampak dari perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja yang cenderung lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluarannya dengan memilih produk paket hemat dalam format yang lebih besar.

Kehadiran Pomona yang mendedikasikan diri dalam kategori startup adtech yang berfokus pada ranah sales conversion sejak akhir kuartal 4 tahun 2017 lalu ini, disambut baik oleh para pelaku industri FMCG di Indonesia, terbukti saat ini sudah terdapat ratusan produk yang bisa mendatangkan cashback untuk konsumen. Produk-produk tersebut terdiri dari produk yang termasuk ke dalam kategori seperti bahan makanan, personal care, produk kesehatan, snacks dan minuman, frozen food, dan barang-barang kebutuhan sehari-hari lainnya.

Konsumen bisa mendapatkan keuntungan berupa cashback mulai dari 20 persen dari harga produk dan juga dapat diakumulasi dengan promosi lain yang sedang berlangsung, hanya dengan mengunggah struk pembelian dari produk produk di atas, yang dibeli di berbagai retail yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti Indomaret, Alfamart, Giant, Hypermart, Hero, Lawson, Lottemart, Circle K, Guardian, Watson, Century, dan lain-lain. Antusias masyarakat terhadap Pomona pun terus meningkat, tercatat hingga kini lebih dari 200,000 orang telah menggunakan Pomona.

Grab dapat kucuran investasi baru USD 2 miliar


Grab mengumumkan perolehan investasi senilai USD2 miliar dalam putaran pendanaan terbaru. Sebelumnya, Toyota Motor Corporation (Toyota) telah tergabung dalam sederet daftar institusi keuangan global terkemuka yang berinvestasi di Grab, meliputi OppenheimerFunds, Ping An Capital, Mirae Asset - Naver Asia Growth Fund, Cinda Sino-Rock Investment Management Company, All-Stars Investment, Vulcan Capital, Lightspeed Venture Partners, Macquarie Capital dan para investor lainnya yang semakin memperkuat tujuan Grab untuk menjadi pemain sektor teknologi terkemuka di Asia Tenggara.

Investasi yang ditanamkan oleh berbagai institusi keuangan terkemuka ini menggambarkan kepercayaan mereka terhadap peluang pertumbuhan jangka panjang Grab dan kemampuan unik Grab dalam menggali potensi pertumbuhan di wilayah ini melalui platform O2O dan transportasi milik Grab yang terdepan di industrinya.

Kami bangga menyambut berbagai institusi keuangan terkemuka ini untuk bergabung ke dalam sederet daftar investor dan mitra strategis kami. Kami melihat besarnya minat dari para investor dan mitra strategis di ranah global yang menunjukkan ketertarikan untuk bermitra dengan kami guna meraih pertumbuhan pesat di wilayah ini, ujar Ming Maa, President Grab dalam keterangan persnya.

Grab akan menggunakan dana tersebut untuk memperluas jangkauan layanan O2O yang disediakan di Asia Tenggara dan untuk menjadi everyday super app pilihan jutaan masyarakat di wilayah ini.

Saat ini, Grab telah memiliki one-stop solution guna memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, baik ketika menggunakan aplikasi Grab untuk membayar berbagai merchant melalui GrabPay, memesan makanan melalui GrabFood, mengirim paket melalui GrabExpress, atau memesan kendaraan dengan berbagai layanan transportasi Grab, dan Grab mencari peluang untuk memperluas layanan kebutuhan sehari-hari yang tersedia bagi para penggunanya melalui beragam kemitraan.

Pada bulan Juli, Grab telah meluncurkan visinya untuk menjadi everyday super app di seluruh wilayah di mana Grab beroperasi melalui strategi open-platform dan mengumumkan peluncuran GrabFresh, layanan pengiriman barang belanjaan on-demand di Jakarta, disusul dengan kota-kota lainnya pada akhir tahun 2018.

Secara khusus, Grab akan menggunakan sebagian besar dari dana saat ini untuk melanjutkan investasi di Indonesia, dimana industri perusahaan penyedia layanan pemesanan transportasi on-demand terus berkembang. Grab memiliki lebih dari 7,1 juta wirausahawan mikro pada platformnya, di mana lebih dari separuhnya berlokasi di Indonesia.

Melalui kemitraannya dengan penyedia layanan dompet digital dan rewards, OVO, Grab telah membentuk ekosistem pembayaran mobile yang paling banyak digunakan di negara ini, dengan lebih dari 60 juta unduhan.

GrabFood telah tumbuh secara eksponensial tahun ini, mulai dari Jakarta untuk melayani 28 kota dan berkembang ke kota lainnya di seluruh Indonesia, memenangkan pangsa pasar yang signifikan dengan Gross Merchandise Value (GMV) di Indonesia hampir empat kali lipat pada paruh pertama tahun 2018 Begitu pula dengan GMV GrabExpress di Indonesia yang telah mencapai lebih dari dua kali lipat pada paruh pertama tahun 2018.

Brand fashion Duma buka flagship store pertama yang hommy di Senopati

 

Eunike Sariaatmadja dan Natasha Midori, Founder dan Co-Founder Duma, online brand fashion lokal akhirnya memberanikan diri membuka flagship store pertama di Jln. Jenggala II, Senopati, Jakarta Selatan.

Duma sudah tiga tahun menjajal retail online dan mendapat sambutan istimewa. Flagship store tersebut menjadi representatif rancangan Duma yang modern, simpel, dan segar.

"Awalnya memang mau fokus di online saja. Tapi kami ingin memberi experience berbeda, karena kalau belanja di toko bisa ngobrol dan sekalian represent brand Duma," ujar Natasha Midori ditemui di flagship store Duma.


Natasha mengatakan flagship store Duma itu menawarkan tiga section area yang terdiri dari front, main area, dan cafe. Berkolaborasi dengan lima brand lokal seperti Tyaga Goods (Marble Home Goods) dan Manakala Living (CLay Home Goods), Floweretti (Home Decoration), Mader Official (shoes), dan Sagemaya (bags).

"Konsepnya Construct and Balance. Jadi netral tapi ada twist dengan detail- detail yang unik. Yang terpenting konsumen merasakan hommy dan friendly," jelas Natasha.

Terlihat desain clean, modern dengan ornamen artsy. Seperti chandelier unik berwarna pastel dan instalasi unik. Dia mengungkapkan, tak menutup kemungkinan jika interior juga terus diperbarui mengikuti tren yang sedang hype.

"Chandelier jadi instalasi utama yang mewakili brand Duma terinspirasi dari Alexander Calder. Menampilkan basic shape seperti segitiga, kotak yang merepresentasikan Duma yang menampilkan desain basic dan modern," ujar VM Marshella Jastine.