Senin, 08 Januari 2018

Agensi travel sayangkan larangan turis Indonesia masuk Israel


Pemerintah Israel melarang turis asal Indonesia untuk masuk ke negara tersebut mulai 9 Juni mendatang. Kebijakan itu tentu berimbas pada bisnis traveling.

Humas NazaretTour, Ellen mengatakan, negara Israel tiap tahun dikunjungi jutaan orang dari berbagai belahan dunia, yang salah satu tujuan terbesarnya adalah ziarah. Orang Indonesia menjadi wisatawan terbanyak urutan ketiga yang mengunjungi Israel. NazaretTour merupakan salah satu agen travel yang mengurus perjalanan wisata orang Indonesia ke Israel.

Orang Indonesia itu paling suka diajak ke Gereja Kelahiran Yesus, Navity Church di Betlehem, karena tempat itu saksi untuk napak tilas asal-muasal Yesus. Ini gereja ortodok, liturgi keagamannya masih kental, untuk liturgi hanya Kristen Ortodok yang boleh ikut, turis asing hanya bisa melihat saja, ungkap Ellen.

Pelarangan turis Indonesia masuk ke Israel sangat disayangkan para pelaku penyedia wisata Timur Tengah. Apalagi pasar Indonesia yang berkunjung ke Timur Tengah sedang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Para pelaku bisnis traveling ini mengharapkan adanya lobi dari pemerintah Indonesia sehingga turis Indonesia bisa berkunjung dan berziarah kembali ke Israel.

Aksi balasan


Seperti diberitakan sebelumnya, kebijakan pemerintah Israel itu merupakan aksi balasan atas penangguhan visa bagi warga Israel yang ingin ke Indonesia.

Indonesia merupakan negara yang paling mengecam keras tindakan brutal Israel terhadap warga Palestina selama protes di perbatasan yang menandai peringatan 70 tahun Nakba, ketika itu satu juta orang Palestina dipaksa keluar rumah untuk membuka jalan terciptanya negara Israel.

Terkait hal ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Emmanuel Nahshon seperti yang dikutip dari laman Middle East Monitor, Kamis (31/5/2018) mengatakan, Israel mencoba untuk membalik keputusan Indonesia, tapi upaya tersebut gagal dan mendorong aksi timbal balik.

0 komentar:

Posting Komentar